A homepage subtitle here And an awesome description here!

Kamis, 31 Januari 2019

pergi?

Semenjak kehadirannya kamu berubah. Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu. Yang ku tahu dulu kita begitu dekat. Tak ada hubungan spesial namun saling mengerti, saling mengingatkan, saling peduli satu sama lain. Kau yang selalu mengkhawatirkan ku, pun begitu sebaliknya. Hari-hari yang kau lewati selalu ada aku di dekatmu, begitu juga sebaliknya. Namun, lagi-lagi aku tak mengerti mengapa dia yang sekarang menggantikanku. Aku rindu hari itu, hari di mana aku dan kau berbagi cerita tentang hari yang telah kita lewati. Entah itu buruk ataupun bahagia. Kau tak rindu juga kah? Hei kamu, masih ingat tentang ucapanmu yang tak akan pernah menghilang dari ku? Ucapanmu itu masih teringat jelas dalam memoriku. Hingga kini aku selalu mengingatnya. Kau memang tak pernah menghilang tapi kau menggantikanku dengan yang lain. Tubuhmu masih ada, bahkan masih sama, tapi mungkin hatimu yang telah berubah. Aku tak tahu apa itu bertahan, yang ku tahu aku selalu bersabar. Berusaha membencimu juga aku tak bisa, lantas apa yang harus aku lakukan? Menunggu hatimu kembali atau aku harus pergi?

Minggu, 18 Maret 2018

Salah rasa

—“Kamu gak merasa bersalah gitu udah bohongin dia? Kamu gak merasa bersalah sama sekali gitu udah khianatin dia? Kamu benar-benar gak merasa jahat gitu udah ninggalin dia? Itu dia loh, orang yang kamu kejar-kejar dulu.” — Sunday, 18 March.

Jumat, 24 Maret 2017

Sahabat.

Sahabat, aku rindu padamu, aku rindu canda tawa bersama mu, aku rindu menikmati dinginnya angin malam yang berhembus di kala kau memacu kencang   sepeda motormu.

Sahabat, ingatkah kau di saat kita pertama kali bertemu di akhir desember itu? Saat itu kita masih kecil, aku tak sengaja menyenggolmu ke dalam parit itu. Semenjak itu kita mulai berkenalan, melewati beberapa hari indahku di kampung.

Sahabat, aku rindu, rindu sekali. Tak pernah aku menemukan sosok sahabat sepertimu lagi, sosok yang selalu mendukungku di saat aku terpuruk. Masih ingatkah kau saat itu? Malam dimana kita berkeliling kota dengan sepeda motormu? Masih teringat jelas memori tentang malam itu. Malam dimana terakhir aku bercanda tawa denganmu. 

Dua tahun yang lalu. Kau meminta izin dari ku untuk pergi bersama kawanan motormu menuju pegunungan itu. Seharusnya memang keputusanku ialah benar, melarang kau untuk pergi. Namun karena kau begitu meyakinkanku, keputusanku yang awalnya kuat kemudian melemah. Dan kau, pergi tak kembali.

Kau tahu betapa terkejutnya aku mendengar kabar bahwa kau meninggal saat perjalanan itu? Awalnya aku tak percaya begitu saja, namun pada akhirnya memang begitulah yang terjadi.

Aku tak kuat membayangkan kecelakaan itu, aku tak kuat membayangkan tubuh sahabatku sendiri meregang nyawa terjepit di bawah kendaraan besar itu. Mengapa itu harus tejadi padamu sahabat? 

Dulu kau berjanji akan menjadi sahabat yang selalu menemaniku, aku masih ingat janji itu. Janji seorang anak berusia 10 tahun.

Aku rindu padamu sahabat, rindu.

Kamis, 26 Januari 2017

Lepas

Jujur, melepasmu memang sangat sulit. Beribu cara telah aku lakukan agar aku dapat mengikhlaskanmu dengannya. Namun, aku bukanlah ikatan rangkaian DNA Kromosom yang mudah melepas gennya, aku hanyalah debu di karpet yang sulit untuk melepaskan.

Memang sakit saat aku mendengarmu menjalin kasih dengannya. Semakin aku melepasmu, semakin engkau bertanya-tanya mengapa aku menjauh darimu. Bukan, bukan maksud aku menjauh darimu. Aku hanya ingin merasakan kebebasan tanpa ada rasa kepada sahabatku sendiri. Aku ingin melepasmu. Aku ingin mencari cinta yang lain. Memang aku yang salah, tak seharusnya aku memendam rasa kepada sahabatku sendiri. Sakit, sakit memang saat kau menceritakan semua hal tentang kekasihmu. Lelah, lelah memang saat aku memasang senyum yang amat sangat terpaksa ketika kau menceritakan kekasihmu.

Tanpa ada kebohongan dalam benakku, melepasmu memang sangat sulit. Aku penah berpikir untuk tetap mencintaimu meskipun kau bersama yang lain. Namun aku salah, aku sangat bodoh jika melakukan hal itu. Dan, setelah sekian lama akhirnya aku bisa melepasmu. Semua masa lalu ku yang terkubur sekarang telah bangkit kembali. Ternyata, aku masih merindukannya setelah bertahun-tahun ku tutup rapat kenangan itu.

Sekarang, aku berharap padamu agar jangan kau tanyakan lagi mengapa aku mendiamkanmu. Jangan kau tanya lagi mengapa aku tak pernah membalas pesanmu. Aku hanya ingin bersama dia yang selama ini terkubur dalam hatiku. Ini hanya butuh waktu, aku harap kamu bersabar sampai aku siap bersahabat denganmu lagi. Tanpa kau tanya siapa sosok "dia" yang ku maksud dalam kalimat sebelumya, ku rasa kau tahu. Karena dia adalah masa laluku yang sering ku ceritakan padamu.

Kamis, 26 Januari 2017.



Senin, 28 November 2016

Yang Terindah

Kau, apa kabar disana? Baik-baik saja kan? Hey, aku kangen kamu. Aku kangen berduaan sama kamu. Aku kangen cara kamu cemburu. Aku kangen pas kamu marah-marah gak jelas karena aku pulang sama dia, padahal disitu posisinya  kita gakada ikatan. Kamu lagi apa sekarang? Bahagiakah kamu disana dengan kekasihmu yang sekarang?

Hey, tahukah kamu setiap malam aku selalu membayangkan kejadian-kejadian yang membuat kita dulu begitu dekat? Aku kangen sama kamu, aku kangen nyuapin kamu es durian dekat SMP-ku dulu. Aku kangen sama cara kamu khawatir ke aku. Aku kangen bercanda sama kamu. Aku kangen sama kamu yang takut hantu. Aku kangen kamu yang selalu nyuruh aku belajar dengan giat. Aku kangen jalan-jalan sama kamu. 

Hey, tahukah kamu aku selalu membanding-bandingkan kamu dengan orang yang aku taksir beberapa tahun belakangan ini? Aku masih ingat cara kamu memperlakukan aku, kau begitu hangat, sehangat mentari pagi. Begitu nyaman tanpa rasa asing. Aku kangen ngomongin orang sama kamu. Aku kangen ngobrol hal-hal yang menurutku kurang penting, namun aku sangat antusias mendengar celotehmu yang sampai sekarang sangat aku rindukan. Aku masih ingat bagaimana caramu membuatku jatuh cinta.

Sampai sekarangpun aku masih mengingat jelas senyummu yang indah, aku beruntung sempat memilikimu walau itu termasuk waktu yang singkat. Aku juga masih ingat satu janjimu yang sampai sekarang masih aku tunggu. Janji yang dulu sempat membuatku terbang ke awan.

Masih ingatkah kau malam itu? Malam yang tak pernah aku duga sebelumnya, malam yang membuatku merasa hancur, malam yang membuatku takut untuk merasakan cinta lagi. Tanpa alasan yang jelas kau meminta pisah denganku, waktu itu aku tak bisa berkata apa-apa. Aku masih ingat beberapa waktu setelah kejadian itu, aku melihatmu dengannya. Namun ternyata aku tau, kau tak pernah sekalipun berniat pisah denganku. Kau hanya diancam oleh beberapa setan yang mengaku sebagai keluargamu.

Kau tahu? Kau selalu berada di suatu tempat di relung hatiku. Engkau, masih yang terindah.

Tuhan, jika memang rasa ini hanya untuknya
Jangan pernah ambil rasa ini
Hanya rasa ini yang selalu membuatku mengingat hal-hal yang indah dengannya
Tuhan, walaupun aku sudah tak berada disisinya, walau kami telah menapaki jalan yang berbeda
Ku harap takdir selalu menuntunnya

Kamis, 20 Oktober 2016

Cinta Terakhir

Tuhan, aku sangat mencintainya. Ia yang selalu ada di sampingku di setiap hari-hari ku. Ia yang selalu membuat hariku berwarna. Ia yang tak pernah bosan membuatku tertawa. Ia yang selalu menjadi alasanku untuk kembali merasakan apa itu cinta.

Tuhan, salahkah aku bila terus memendam perasaan ini? Perasaan yang tak bisa ku jelaskan sejak aku mulai dekat dengannya. Aku tahu aku memang tak mudah mencintai seseorang, namun ketika aku berada di dekatnya entah kenapa jantung ini terasa lebih cepat memompa. Seakan-akan terjadi serangan jantung namun bukan, bukan seperti itu, seperti ah sudahlah aku tak bisa menjelaskannya.

Tuhan, salahkah aku yang mencintai seseorang yang telah memiliki kekasih? Aku begitu mencintainya hingga aku lupa dia telah memiliki kekasih. Aku mencintainya terlebih dahulu jauh sebelum dia bertemu dengan kekasihnya yang sekarang, salahkah aku? Aku menahan cemburu ketika ia menceritakan tentang kekasihnya itu. Seandainya yang ia ceritakan itu aku, mungkin aku akan lebih bahagia.

Tuhan, tak bisa kah engkau memindahkan rasa ini kepada seseorang yang telah mencintaiku setulus hati? Dia yang rela mencintaiku hingga lima tahun, yang aku tahu itu tak mudah. Aku tahu dia mencintaiku dari dulu, namun mengapa rasa ini tak bisa pindah kepada hati yang tulus? Dia yang selalu menemaniku di setiap waktu ketika penyakitku kambuh. Dia yang tak pernah lelah mengantarku bolak-balik ke rumah sakit di saat aku melemah. Tak seperti orang yang ku cintai, dia tak pernah peduli terhadapku. Tuhan, apakah memang cinta yang tulus tak pernah mendapat kebahagiaan?

Tuhan, jikalau memang rasa ini hanya untuknya, aku pasrah. Aku tak tahu harus apa. Menjauh darinya saja aku tak mampu. Mengapa rasa cinta ini begitu besar kepadanya? Seakan-akan hanya dia yang selalu membuatku bahagia namun kenyataannya, dia yang selalu membuat kondisi tubuhku melemah.

Tuhan, aku hanya ingin bersamanya di hari-hari terakhirku sebelum vonis dokter itu tiba. Ia tak perlu tahu apa penyakitku, asalkan dia ada di dekatku, aku merasa sehat. 




Senin, 04 April 2016

Penggantiku

Aku iri,
Aku iri sama dia yang selalu ada di sisimu sekarang. Dia yang selalu nemenin kamu, padahal dulu aku yang nemenin kamu. Hahaha.

Aku bingung, kenapa dengan mudahnya kamu menemukan pengganti aku? Segitu gampangnya ya aku dilupain? Oiya aku emang gakada apa-apanya kan yaa hehehe. Tapi aku selalu ada kok setiap kamu butuh apa-apa, serius.

Jadi inget dulu deh, pas kamu masih nemenin aku. Kita kemana-mana bareng, gak kayak sekarang. Sekarang mah kamu sama dia kan ya? Hahaha. Aku mah kuat, kuat banget, serius. Kuat ngeliat kamu sama dia berduaan terus. Serius deh aku kuat, kapan aku boong sama kamu?

Aku iri,
Aku iri sama dia yang selalu dibuat ketawa sama kamu, kayak aku dulu gitu. Dulu lho ya dulu, pas kamu masih sama aku, eh maksudnya pas kamu masih nemenin aku hehehe . Sekarang kan kamu udah sama dia.

Aku gak cemburu sebenernya kamu sekarang sama dia tuh, cuma kayak ada rasa gak ikhlas entah itu iri atau apalah. Lagian kalo aku cemburu juga percuma toh aku bukan siapa-siapa kamu kan?

Pengen si ngulang hari-hari itu sama kamu, tapi yaa mau gimana lagi jalan ninja kita berbeda,Lah? Eh maksudnya perasaan kita udah beda, etapi kayaknya cuma perasaan kamu aja deh yang udah berubah, aku sih belum. Masih ada koo rasa itu, rasa yang belum pernah terucapkan. Nah tuh kan aku gak sedih buktinya aku masih bisa bercanda. Hehehe.

Oke kalo misalkan kamu lebih milih dia daripada aku, kalo itu terbaik buat kamu aku coba buat ikhlas deh. Aku janji.

Minggu, 27 Maret 2016

Aku yang salah?

Heeuuhh
Makin gak ngerti sama kamu yang sekarang. Kenapa sekarang kamu malah lebih cuek? Sumpah aku gak ngerti. Salah aku apa? Gak ngasih kabar kamu? Emang aku siapa kamu? Pacar? Bukan. Percuma juga aku ngasih kabar ke kamu, gak guna. Pernah sekali aku ngasih tau keadaan aku gimana tapi kamu gak peduli. Seakan-akan kamu kayak bilang "apaansi gajelas" kamu pikir aku gak sakit digituin? Sakit. Banget. Pernah waktu itu aku minta maaf tapi apa balesan kamu? Kamu selalu bilang "lu kenapa si? Gajelas!" Adanya tuh kamu yang kenapa! Adanya kamu itu yang gajelas.

Kenapa mencintai kamu begitu sakit? Oke, aku emang pecundang yang gak berani ungkapin rasa aku ke kamu. Tapi mau gimana lagi? Aku gak ngungkapin aja kamu udah cuek apalagi aku ungkapin? Sama aja bunuh diri. Iya kan?
Apa yang udah aku lakuin sama kamu? Aku salah apa? Tolong kasih tau. Biar kalo aku udah pergi aku udah tenang. 

Jujur, aku kangen. Aku kangen kamu yang dulu. Kamu  yang selalu ada waktu buat aku. Kamu yang selalu badmood kalo aku deket sama yang lain. Kamu yang selalu gak terima setiap aku perhatian sama yang lain. Kamu yang selalu nanyain aku ada dimana. Kamu yang selalu buat aku ketawa. Kamu yang selalu ada di chat teratas aku. Yaa meskipun kita gakada ikatan. Tapi seenggaknya itu udah buat aku ngerasa cukup bahagia sama kamu.

Tapi sekarang apa? Kamu cuek, cuek banget. Kamu gak ngeliat aku sering uring-uringan akhir-akhir ini? Kamu buta? Apa iya aku harus bilang ke kamu kalo aku "KANGEN KAMU YANG DULU!"? Enggak kan? Kamu udah ada yang lain? Yaudah gapapa aku ikhlas kok kalo kamu bahagia. Tapi beri aku alasan yang jelas mengapa kamu seperti ini sekarang.

Cinta kamu itu kayak kembang api, terbang sesaat dengan indahnya membuat orang terpesona lalu hilang dalam sebuah keheningan. Gak berbekas sama sekali, seperti tidak terjadi apa-apa. 

Tapi yang jelas aku masih menyanyangimu seperti dulu. Tak ada ubahnya. Dan aku masih menunggu saat-saat kita bisa bercanda dengan indahnya seperti dulu. 

Satu lagi, maafkan aku jika kamu seperti sekarang karena aku.



Senin, 04 Januari 2016

Ngejauh (?)

Hhmmmm
Saakit. Yaa.. Sakit.
Sakit pas aku liat kamu sama dia, entah mengapa dadaku sesak. Aku bingung sama kamu, kamu sewaktu-waktu seakan kamu sayang sama aku tapi tiba-tiba kamu jadi berubah seperti gak ada rasa. Dulu itu kamu care, care banget malah sampai-sampai dulu kita ngabarin satu sama lain kalo lagi pergi, tapi sekarang? Hehehe

Mungkin gak sih sekarang kamu lagi sama kayak aku, mikirin suatu hal yang dulu sama-sama kita jalanin sama-sama namun sekarang sudah berubah? Kayaknya enggak deh yaa... Kamu sekarang kan udah sibuk sama yang lain. Kadang aku berfikir untuk ngejauh dari kamu tapi tetap saja hati ini gak bisa. Bukan, bukan gak bisa tapi lebih tepatnya kayak gak mau. Setiap aku ngejauh dari kamu tiba-tiba kamu kayak juga gak mau aku ngejauh dari kamu, tapi setelah aku mencoba untuk gak mau ngejauh dari kamu tiba-tiba sikap kamu beda lagi seakan kamu gak perduli mau aku ngejauh atau enggak. Permintaan aku cuma satu tolong jangan bersikap seperti itu, tolong jangan labil seperti itu, atau jangan-jangan kamu juga seperti itu ke semua orang yang deket sama kamu?

Entahlah.

Mungkin ini waktu yang tepat buat aku ngejauh dari kamu. Ngejauh dari semua hal yang berhubungan dengan kamu. Mungkin aku memang munafik, yaa munafik dari apa kata hati. Hati bilang jangan tapi yaa gitu aku udah capek sama sifat kamu yang berubah-ubah. Aku ingin melupakan semua hal tentangmu.

Sekarang sikap kamu kayak udah gak perduli sama aku, inikah waktu yang tepat untuk aku ngejauh dan melupakanmu?



Senin, 08 Juni 2015

Kamu Dan Dia

Hey kamu..
Iyaa kaamuuu...
Kamu yang sekarang sama dia hehehe
Kamu tau gak? Masa aku sering mikirin kamu, padahal kan kamu sering nyakitin aku yaa? Wkwk
Kamu lebih seneng yaa sama dia dibanding sama aku? Iyaa aku tau kok dia putih aku buluk :(
Kamu tau gaak? Banyak lhoo yang jelek-jelekin kamu di depan aku, tapi aku diem aja. Tenang aja kook aku gak bakal ikut-ikutan jelekin kaamuuu. Kamu kan sempurna di mata aku hehehe meskipun aku tau aku gak sempurna di mata kamu :(

Gimana kamu sama dia? Lebih bahagia kan? Iyalah pasti dari chat kamu ke dia aja udah beda kyk ada manis-manisnya gitu, coba pas chatan sama aku beuh beda deeh. Kamu tau gak sebenarnya apa yang aku rasain pas aku ngeliat kamu sama dia? Sebenernya aku tuh sakit tapi aku pura-pura senyum aja di depan mata kamu pas aku baca chatan kamu sama dia.

Aku boleh minta satu hal gak ke kamu? Aku mohon jangan jadiin aku pelarian pas kamu lagi kesel sama dia, itu urusan kamu jangan bawa-bawa aku. Aku sih pengennya ngejauh dari kamu, tapi kadang aku juga mikir kalo aku ngejauh kamunya kasian gakada temen curhat :( Baik kan aku? Taapii kamunyaaa.... Yagitu deh-_-


Sabtu, 06 Juni 2015

Tak Peduli

Kini aku sama sekali tak peduli denganmu. Aku tak peduli apapun tentangmu entah itu kabarmu atau hidupmu, entah mengapa itu bisa hilang dalam waktu sekejap padahal aku tak ada niat untuk melupakanmu. Namun inilah yang terjadi aku telah melupakanmu semua tentangmu.

Mungkin ini hadiah dari sang kuasa, hadiah atas rasa sakit yang selalu aku rasakan setiap melihatmu dengannya. Tuhan memang adil, Ia tak membiarkan hambanya dalam kesakitan yang amat dalam. Aku selalu teringat bagaimana sakitnya setiap ku melihat kau bersamanya, melihat kau bercanda dengannya.

Sekarang aku telah berhasil menembus sakitnya melihat kau bersamanya, kau yang jatuh cinta dengannya. Sedangkan aku waktu itu jatuh hati kepada kau.

Aku bersyukur kepada Tuhan. Aku bisa melupakanmu dengan cepat padahal ku kira ku tak dapat melupakanmu karena aku merasa inilah cintaku yang abadi. Mungkin memang salah ku dulu menganggapmu seperti itu, namun sekarang aku telah menemukan yang lain.

Selamat tinggal cintaku.


Kamis, 14 Mei 2015

Mantan

Kamuuu, iya kamu mantaan. Aku sudah mencoba berkali-kali melupakanmu namun aku tak bisa. Ku dengar nasehat dari teman ku namun tetap saja aku tak bisa. Aku tak bisa melupakan sosokmu.

Aku juga sudah mencoba mencintai orang lain, namun lagi-lagi aku tak bisa. Bayangmu selalu ada dalam pikiran ku. Mengapa ini harus terjadi padaku? Padahal hampir satu tahun yang lalu kita tak pernah bertemu.

Kamu masih inget kan? Aku sering nyanyi di depan kelas "ah mungkin bagi dirimu hanya teman sekelas saja yang jalan pulangnya searah" hahaha. Sekarang kalo aku lagi kangen kamu aku sering nyanyi lagu itu namun teman SMA ku sering salah paham sehingga aku dikira suka sama teman sekelas ku itu, padahal tidak sama sekali.

Kamu mau tau sudah berapa banyak orang yang aku coba sayangi selama aku sudah berpisah denganmu? Banyak sekali, banyak. Tapi entah mengapa selalu saja aku membandingkannya dengan mu yang terasa begitu melekat di hati ku.

Kini waktu sudah berjalan hampir setahun sejak kita bertemu terakhir kali ketika pengambilan ijazah.
Dan sampai saat ini ku masih menyimpan bayanganmu dalam benakku.


Minggu, 10 Mei 2015

Semua Telah Berubah

Perasaan ini tiba-tiba muncul
Tiba-tiba dateng gitu aja
Tanpa sebab padahal awalnya aku sukanya sama temen kamu, tapi ternyata kamu yang lebih perhatian.
Sekarang aku selalu deg-degan saat ada di dekatmu.
Padahal dulu biasa aja
Inikah yang namanya cinta mendadak?

Aku gatau aku harus apa
Setiap aku bm kamu, kamu selalu cuek. Aku gatau salah aku apa, padahal dulu sebelum aku suka sama kamu, kamu jawabnya gak pernah cuek. Malah dulu temen kamu yang cuek pas aku masih suka sama dia. Tapi sekarang? Dia gak cuek pas aku udah gakada rasa sama dia. Kenapa ini terjadi padaku seakan-akan aku tidak boleh jatuh cinta kepada siapapun.

Setiap aku duduk di kelas aku selalu memperhatikan mu padahal dulu aku bahkan tidak pernah memandangmu seperti ini. Dulu aku menggapmu hanya teman biasa saja. Namun semua berubah ketika setiap malam dalam tiga hari berturut-turut kamu hadir dalam mimpi aku.

Matamu yang dulu biasa saja entah mengapa sekarang terlihat lebih menarik. Wangi tubuhmu dulu yang aku anggap biasa saja sekarang entah mengapa begitu menarik. Apalagi pas aku berdua goncengan sama kamu kadang, tercium wangi tubuhmu. Mengingatkanku pada teman masa smp ku.

Di dalam kelas aku sering melihatmu berdua bersamanya dan itu membuat hati ku sakit. Padahal dahulu rasa sakit dalam dadaku tidak ada ketika aku melihat kau bersamanya. Inikah semua yang terjadi, waktu telah berjalan. Membawa perasaan ini kepada dirimu. Yaa, segalanya telah berubah. Sekarang aku menyukaimu dan aku telah melupakan temanmu.


Selasa, 14 April 2015

Palsu

Hhmmm
Gimana kamu sama dia? Aku lihat-lihat kalian makin deket. Aku liatnya pake teropong jadi jelas hehehe. Kamu bahagia yaa sama dia? Iya aku tahu kamu bahagia sama dia kan? Keliatan kok pas kamu sama dia kamunya ketawa mulu beda pas sama aku, tapi kamu gak fake smile kan? Kyk aku ngeliat kamu sama dia selalu senyum padahal mah yaahh hahaha. Kenapa kalian gak jadian? Kan cocok. Kamunya manja dianya tegas, beda deh sama aku.

Oiya, kamu masih inget kan pas kita goncengan? Kayaknya kita ngobrolnya dikit yaaa? Beda pas kamu sama dia, kamu lebih nyaman lebih sering ngajak dia ngobrol. Jangan kan ngobrol ketawa-ketiwi dikit aja enggak hahaha. Aku ngeliat kok pengorbanan dia sama kamu, dia lebih berjuang, buktinya waktu itu dia malem-malem ke rumah kamu nganter makanan, lah aku? Hahahaha. Padahal kan rumah kamu jauh harus pake helm sama bawa stnk.

Kamu sering kan ngeliat aku senyum di kelas? Pastilah sering. Kamu tau gak? Itu kan palsu, tapi aku pinter kan nyembunyiinnya? Itu bakat aku dari smp lho hehehe. Pokoknya inget aja deh setiap aku senyum di kelas itu tuh palsu.


Selasa, 27 Januari 2015

No caption needed.

Bodoh.
Mungkin aku memang bodoh.
Aku terus mengejarmu namun kau semakin jauh.
Rasa cinta ini menutupi segala rasa sakit ini.
Mungkin inilah cinta.

Aku tau kamu gak bakal pernah ada rasa sama aku. Tapi lagi-lagi, rasa cinta ini seperti menutupi hal itu.
Entah sudah berapa banyak yang bilang aku ini bodoh. Bodoh karena terus mengharapkanmu.

Aku gak peduli kata-kata orang itu. Walau terkadang hati ini seperti tertusuk pisau saat ada yang bilang aku ini bodoh. "Hahaha" yaa setidaknya itulah kata-kata yang bisa aku ucapkan saat teman-temanku bilang aku ini bodoh.

Mungkin mereka belum merasakan apa itu rasanya cinta yang dalam. Aku sadar apa yang telah aku lakukan ini semakin membuatku hancur. Namun rasa cinta itu lagi-lagi menutupinya.

Kita di kelas sering ngobrol tapii.... hanya sebagai teman, hahaha. Banyak yang bilang hidupku tak ada gunanya jika ku terus mengharapkanmu, dan lagi-lagi untuk kesekian kalinya rasa cinta itu menutupinya.

Saat ku melihatmu di sampingku aku hanya bisa berujar "aku gak bakalan ada di hati kamu". Entah berapa kali hati ini retak setiap melihatmu dengannya.

Kadang aku berpikir dan berbisik dalam hati "kapan aku bisa seperti dia yang selalu ada bersama mu?". Dan aku kembali tersadar bahwa aku tak akan bisa bersama mu.

Namun, setidaknya aku bisa dekat denganmu walau hanya sebatas teman saja.


Rabu, 14 Januari 2015

Cinta Dalam Diam

Aku tau aku emang bukan yang kamu harapkan tapi aku tau akulah orang yang mengharapkanmu walau takkan pernah kau anggap karena aku menyimpan perasaan ini tanpa aku ucapkan sedikitpun. Dalam doaku selalu ku sebutkan namamu walaupun aku tak pernah ada dalam bait doamu. Inikah sakitnya cinta dalam diam?

Dikala orang-orang telah bahagia dengan orang yg dicintainya namun aku? Aku terus mengharapkan mu entah sampai kapan perasaan ini akan berlanjut. Aku takut mengungkapkan ini, aku takut kalo kamu menjauh sama seperti wanita-wanita yg telah aku cintai sebelumnya.

Dalam hal ini aku tau akulah orang yg paling salah karena aku mencintaimu dalam diam aku hanya pengecut yang tak berani mengungkapkan cinta aku masih takut untuk patah hati kesekian kalinya. Melihat mu dekat dengan teman-teman ku membuat rasa sakit ini semakin menjadi-jadi. Kadang aku ingin menangis senangis-nangisnya sampai air mata ini telah habis tak ada setetespun yg tersisa.

Aku ingin curhat namun aku tak bisa aku masih takut curhat kepada temanku tentang perasaan ini. Setelah sekian lama aku memendam perasaan ini aku masih tak mendapatkan mu juga ingin aku lari ke hutan teriak sepuas-puasnyanya hingga suara ini tak terdengar oleh siapapun. Namun apalah daya ini aku hanya seorang anak manusia yang tak mungkin lari dari kenyataan ini.

Sosokmu yang membuatku bertahan sekuat ini. Yaa mungkin aku setiap ketemu orang senyum, namun dalam hatiku terpendam sejuta perasaan yang dapat membunuhku ini. Sebenarnya akulah yang paling membutuhkan hiburan dikala aku seperti ini.

Entah sampai kapan kah aku akan terus menyimpan perasaan ini. Perasaan yang sebenarnya dapat aku hapus. Namun jika ku hapus perasaan ini, ini akan semakin membunuhku, aku tersiksa oleh perasaan ini. Tak ada kah seseorang yang dapat mendengar teriakan dam keretakan hati ini?

Aku ingin ungkapkan namun aku takut, aku sangat takut. Jikalau saja kau mendengar teriakan hati ini takkan kau tega mendengarnya. Kisah cinta yang terulang pada saat aku masih smp ini membuatku bertahan.

Karena aku telah mengambil hikmahnya bahwa cinta tak harus memiliki, sehingga akan terus ku simpan perasaan ini. Ku harap engkau tak pernah tau akan perasaan ini, karena akan sangat menyakitkan bagi ku bila kau tau akan perasaan ku.


Minggu, 11 Januari 2015

Tak Berbalas

Hari-hari terasa begitu cepat yaa???
Aku yang biasanya memanjangkan lengan baju tetapi kali ini menyingsingkannya
Matahari mulai menyilaukan ruangan kelas ini
Ku rasa musim panas telah tiba

Sawah yang hijau di pinggir sekolah
Ingin ku melihatmu di kelas ini dan kita mengerjakan tugas bersama-sama

Senyummu...
Membuat hati ini seperti tertiup angin
Kau yang sedang mengerjakan tugas
Senyummu...
Kau pun menoleh ke arah ku namun aku hindari tatapan itu.
Kau senyum kepadaku, senyuman yang belum pernah ku lihat sebelumnya.

Matahari mulai menyinari ruang kelas ini
Saat yang tepat untuk aku terbuai dalam lamunan ini
Ku lihat kamu yang duduk beberapa meja di depan ku dengan anak cowok lain
Membuat rasa sakit timbul di dada.

Aku menyukaimu lebih dari seorang teman
Walau tak terucapkan tak apa
Hanya pada sosok mu lah aku melabuhkan perasaan ini

Kesedihan ini...
Yaa ku ingin miliki dirimu walaupun dalam mimpi
Kesedihan ini...
Cintaku yang tak terbalaskan membuatku terpukul
Kau pun kembali menoleh
Saat itu juga mata kita bertemu dan aku sadar hanya sebatas teman

Kerudung putih mu itu disatukan oleh peniti
Peniti itu tak akan bisa ku tangkap
Jika ku sentuh peniti itu maka akan hilanglah segala ilusi ini

Janganlah kau lepas peniti itu
Tetaplah seperti itu
Seperti diriku yang berusaha
Janganlah kau lepas
Tetaplah menjadi gadis yang menggunakan peniti itu.


Senin, 05 Januari 2015

Lari, Kejar, dan Tak Dapat

Berlari
Yaa aku akan terus berlari mengejar dirimu yang tak akan pernah menganggapku. Aku akan tetap terus mengejarmu sekuat yang aku bisa sekuat usaha yang ku keluarkan walau hasilnya belum tentu memuaskan.

Dalam hatiku seperti ada bisikan yang mengatakan aku tidak boleh menyerah mengejarmu walau aku tak kuat lagi. Entah malaikat atau iblis yang membisikan ku.

Dalam hidupku aku tidak pernah diajarkan bagaimana caranya untuk menyerah, aku diajarkan untuk tetap berjuang, berjuang, dan berjuang. Tak peduli akan hasilnya.

Kamu pernah gak, ngerasain rasanya lari diatas treadmill? Ya itulah yang kurasakan. Lari terus melangkahkan kaki walaupun larinya yaa disitu-situ aja. Yaa seperti diriku, yang akan mengejarmu tetapi diriku tetap disitu tak ada kemajuan dan tak ada pemunduran dari awal aku mengejarmu.

Tapi kamu tau kan hasil dari lari diatas treadmill? Yaa badan jadi kurus. Seenggaknya yaa gitu walaupun aku tak mendapatkanmu aku dapat mengambil HIKMAHnya hehehe.


Jumat, 19 Desember 2014

Aku dan Dia Berbeda

Aku tau aku memang berbeda dari dia, dia yang selalu kamu tunggu.

Aku juga tau aku berbeda dari dia, dia suka nongkrong sama teman-temannya. Lah aku? Main hanya malam minggu itupun kalau gak ada pr atau ulangan yang akan datang.

Aku juga tau aku berbeda dari dia, dia yang setiap hari selalu futsal, lah aku? Aku hanya duduk di bangku dengan meja yang penuh dengan rumus-rumus dan materi pelajaran.

Aku juga tau aku berbeda sama dia, dia yang selalu ada untuk kamu. Lah aku? Aku hanya terus menghafal pelajaran-pelajaran yang terkadang membuat badan ini lelah tapi jika aku tak belajar apakah aku siap mengalami kepahitan dalam kebodohan?

Aku juga berbeda dari dia, dia yang saat ini selalu memikirkan kamu. Lah aku? Aku hanya memikirkan bagaimana aku bisa sukses di masa depan agar aku bisa membuatmu bahagia.

Kadang aku juga merasa iri atas kedekatan teman-temanku dengan dirimu bisa ngobrol asik ini itu.

Aku tak tau apakah harusnya aku seperti dia yang selalu ada untuk kamu? Apakah aku harus meninggalkan pelajaran-pelajaran agar bisa dekat denganmu?

Aku tak tau.


Sabtu, 22 November 2014

Terjadi

Ini yang aku takutin dari dulu, kamu ngejauh dari aku, dari awal aku suka sama kamu rasa takut itu sudah ada.

Semenjak hari itu kamu udah beda, entah kenapa kamu jawab chatan aku cuma sedikit.

Yaa, aku yakin Allah gak pernah salah ngasih rasa cinta begitu hebatnya kepada kamu. Mungkin Allah saat ini sedang cemburu karena aku begitu mengagumi mu hingga terkadang aku terlena pada rasa cinta ini. Sehingga saat ini rasa yang telah aku jaga baik-baik ini tak terbalaskan.

Mungkin itu udah jalan Allah. Dan mungkin sebelum kejadian ini temen-temen kamu banyak yang bilang aku harus lupain kamu. Dan sekarang karena akunya ngeyel sekarang perintah itu telah datang.

Aku bisa apa kalo udah begini. Salahin rasa ini? Gak mungkin lah rasa cinta itu gak pernah salah, tapi kitanya yang salah.

Yaa, mungkin juga benar atas lagu yang selalu aku nyanyikan dimana liriknya yang mengatakan bahwa aku cuma kamu anggep sebagai teman sekelasmu saja yang jalan pulangnya searah. Yaa aku pasrah atas hal yg telah terjadi ini. Aku mau ngapa2in juga tetep aja kamu udah jaga jarak kita gak bisa chatan lagi, nanya pr lagi, berangkat bareng lagi, pulang bareng lagi. Tapi aku mohon yaa jangan pernah lupain kenangan yg udah kita buat, tapi itu sih hak kamu, aku bisa apa?