Memang sakit saat aku mendengarmu menjalin kasih dengannya. Semakin aku melepasmu, semakin engkau bertanya-tanya mengapa aku menjauh darimu. Bukan, bukan maksud aku menjauh darimu. Aku hanya ingin merasakan kebebasan tanpa ada rasa kepada sahabatku sendiri. Aku ingin melepasmu. Aku ingin mencari cinta yang lain. Memang aku yang salah, tak seharusnya aku memendam rasa kepada sahabatku sendiri. Sakit, sakit memang saat kau menceritakan semua hal tentang kekasihmu. Lelah, lelah memang saat aku memasang senyum yang amat sangat terpaksa ketika kau menceritakan kekasihmu.
Tanpa ada kebohongan dalam benakku, melepasmu memang sangat sulit. Aku penah berpikir untuk tetap mencintaimu meskipun kau bersama yang lain. Namun aku salah, aku sangat bodoh jika melakukan hal itu. Dan, setelah sekian lama akhirnya aku bisa melepasmu. Semua masa lalu ku yang terkubur sekarang telah bangkit kembali. Ternyata, aku masih merindukannya setelah bertahun-tahun ku tutup rapat kenangan itu.
Sekarang, aku berharap padamu agar jangan kau tanyakan lagi mengapa aku mendiamkanmu. Jangan kau tanya lagi mengapa aku tak pernah membalas pesanmu. Aku hanya ingin bersama dia yang selama ini terkubur dalam hatiku. Ini hanya butuh waktu, aku harap kamu bersabar sampai aku siap bersahabat denganmu lagi. Tanpa kau tanya siapa sosok "dia" yang ku maksud dalam kalimat sebelumya, ku rasa kau tahu. Karena dia adalah masa laluku yang sering ku ceritakan padamu.
Kamis, 26 Januari 2017.
0 komentar:
Posting Komentar