A homepage subtitle here And an awesome description here!

Rabu, 14 Januari 2015

Cinta Dalam Diam

Aku tau aku emang bukan yang kamu harapkan tapi aku tau akulah orang yang mengharapkanmu walau takkan pernah kau anggap karena aku menyimpan perasaan ini tanpa aku ucapkan sedikitpun. Dalam doaku selalu ku sebutkan namamu walaupun aku tak pernah ada dalam bait doamu. Inikah sakitnya cinta dalam diam?

Dikala orang-orang telah bahagia dengan orang yg dicintainya namun aku? Aku terus mengharapkan mu entah sampai kapan perasaan ini akan berlanjut. Aku takut mengungkapkan ini, aku takut kalo kamu menjauh sama seperti wanita-wanita yg telah aku cintai sebelumnya.

Dalam hal ini aku tau akulah orang yg paling salah karena aku mencintaimu dalam diam aku hanya pengecut yang tak berani mengungkapkan cinta aku masih takut untuk patah hati kesekian kalinya. Melihat mu dekat dengan teman-teman ku membuat rasa sakit ini semakin menjadi-jadi. Kadang aku ingin menangis senangis-nangisnya sampai air mata ini telah habis tak ada setetespun yg tersisa.

Aku ingin curhat namun aku tak bisa aku masih takut curhat kepada temanku tentang perasaan ini. Setelah sekian lama aku memendam perasaan ini aku masih tak mendapatkan mu juga ingin aku lari ke hutan teriak sepuas-puasnyanya hingga suara ini tak terdengar oleh siapapun. Namun apalah daya ini aku hanya seorang anak manusia yang tak mungkin lari dari kenyataan ini.

Sosokmu yang membuatku bertahan sekuat ini. Yaa mungkin aku setiap ketemu orang senyum, namun dalam hatiku terpendam sejuta perasaan yang dapat membunuhku ini. Sebenarnya akulah yang paling membutuhkan hiburan dikala aku seperti ini.

Entah sampai kapan kah aku akan terus menyimpan perasaan ini. Perasaan yang sebenarnya dapat aku hapus. Namun jika ku hapus perasaan ini, ini akan semakin membunuhku, aku tersiksa oleh perasaan ini. Tak ada kah seseorang yang dapat mendengar teriakan dam keretakan hati ini?

Aku ingin ungkapkan namun aku takut, aku sangat takut. Jikalau saja kau mendengar teriakan hati ini takkan kau tega mendengarnya. Kisah cinta yang terulang pada saat aku masih smp ini membuatku bertahan.

Karena aku telah mengambil hikmahnya bahwa cinta tak harus memiliki, sehingga akan terus ku simpan perasaan ini. Ku harap engkau tak pernah tau akan perasaan ini, karena akan sangat menyakitkan bagi ku bila kau tau akan perasaan ku.


Minggu, 11 Januari 2015

Tak Berbalas

Hari-hari terasa begitu cepat yaa???
Aku yang biasanya memanjangkan lengan baju tetapi kali ini menyingsingkannya
Matahari mulai menyilaukan ruangan kelas ini
Ku rasa musim panas telah tiba

Sawah yang hijau di pinggir sekolah
Ingin ku melihatmu di kelas ini dan kita mengerjakan tugas bersama-sama

Senyummu...
Membuat hati ini seperti tertiup angin
Kau yang sedang mengerjakan tugas
Senyummu...
Kau pun menoleh ke arah ku namun aku hindari tatapan itu.
Kau senyum kepadaku, senyuman yang belum pernah ku lihat sebelumnya.

Matahari mulai menyinari ruang kelas ini
Saat yang tepat untuk aku terbuai dalam lamunan ini
Ku lihat kamu yang duduk beberapa meja di depan ku dengan anak cowok lain
Membuat rasa sakit timbul di dada.

Aku menyukaimu lebih dari seorang teman
Walau tak terucapkan tak apa
Hanya pada sosok mu lah aku melabuhkan perasaan ini

Kesedihan ini...
Yaa ku ingin miliki dirimu walaupun dalam mimpi
Kesedihan ini...
Cintaku yang tak terbalaskan membuatku terpukul
Kau pun kembali menoleh
Saat itu juga mata kita bertemu dan aku sadar hanya sebatas teman

Kerudung putih mu itu disatukan oleh peniti
Peniti itu tak akan bisa ku tangkap
Jika ku sentuh peniti itu maka akan hilanglah segala ilusi ini

Janganlah kau lepas peniti itu
Tetaplah seperti itu
Seperti diriku yang berusaha
Janganlah kau lepas
Tetaplah menjadi gadis yang menggunakan peniti itu.


Senin, 05 Januari 2015

Lari, Kejar, dan Tak Dapat

Berlari
Yaa aku akan terus berlari mengejar dirimu yang tak akan pernah menganggapku. Aku akan tetap terus mengejarmu sekuat yang aku bisa sekuat usaha yang ku keluarkan walau hasilnya belum tentu memuaskan.

Dalam hatiku seperti ada bisikan yang mengatakan aku tidak boleh menyerah mengejarmu walau aku tak kuat lagi. Entah malaikat atau iblis yang membisikan ku.

Dalam hidupku aku tidak pernah diajarkan bagaimana caranya untuk menyerah, aku diajarkan untuk tetap berjuang, berjuang, dan berjuang. Tak peduli akan hasilnya.

Kamu pernah gak, ngerasain rasanya lari diatas treadmill? Ya itulah yang kurasakan. Lari terus melangkahkan kaki walaupun larinya yaa disitu-situ aja. Yaa seperti diriku, yang akan mengejarmu tetapi diriku tetap disitu tak ada kemajuan dan tak ada pemunduran dari awal aku mengejarmu.

Tapi kamu tau kan hasil dari lari diatas treadmill? Yaa badan jadi kurus. Seenggaknya yaa gitu walaupun aku tak mendapatkanmu aku dapat mengambil HIKMAHnya hehehe.


Jumat, 19 Desember 2014

Aku dan Dia Berbeda

Aku tau aku memang berbeda dari dia, dia yang selalu kamu tunggu.

Aku juga tau aku berbeda dari dia, dia suka nongkrong sama teman-temannya. Lah aku? Main hanya malam minggu itupun kalau gak ada pr atau ulangan yang akan datang.

Aku juga tau aku berbeda dari dia, dia yang setiap hari selalu futsal, lah aku? Aku hanya duduk di bangku dengan meja yang penuh dengan rumus-rumus dan materi pelajaran.

Aku juga tau aku berbeda sama dia, dia yang selalu ada untuk kamu. Lah aku? Aku hanya terus menghafal pelajaran-pelajaran yang terkadang membuat badan ini lelah tapi jika aku tak belajar apakah aku siap mengalami kepahitan dalam kebodohan?

Aku juga berbeda dari dia, dia yang saat ini selalu memikirkan kamu. Lah aku? Aku hanya memikirkan bagaimana aku bisa sukses di masa depan agar aku bisa membuatmu bahagia.

Kadang aku juga merasa iri atas kedekatan teman-temanku dengan dirimu bisa ngobrol asik ini itu.

Aku tak tau apakah harusnya aku seperti dia yang selalu ada untuk kamu? Apakah aku harus meninggalkan pelajaran-pelajaran agar bisa dekat denganmu?

Aku tak tau.


Sabtu, 22 November 2014

Terjadi

Ini yang aku takutin dari dulu, kamu ngejauh dari aku, dari awal aku suka sama kamu rasa takut itu sudah ada.

Semenjak hari itu kamu udah beda, entah kenapa kamu jawab chatan aku cuma sedikit.

Yaa, aku yakin Allah gak pernah salah ngasih rasa cinta begitu hebatnya kepada kamu. Mungkin Allah saat ini sedang cemburu karena aku begitu mengagumi mu hingga terkadang aku terlena pada rasa cinta ini. Sehingga saat ini rasa yang telah aku jaga baik-baik ini tak terbalaskan.

Mungkin itu udah jalan Allah. Dan mungkin sebelum kejadian ini temen-temen kamu banyak yang bilang aku harus lupain kamu. Dan sekarang karena akunya ngeyel sekarang perintah itu telah datang.

Aku bisa apa kalo udah begini. Salahin rasa ini? Gak mungkin lah rasa cinta itu gak pernah salah, tapi kitanya yang salah.

Yaa, mungkin juga benar atas lagu yang selalu aku nyanyikan dimana liriknya yang mengatakan bahwa aku cuma kamu anggep sebagai teman sekelasmu saja yang jalan pulangnya searah. Yaa aku pasrah atas hal yg telah terjadi ini. Aku mau ngapa2in juga tetep aja kamu udah jaga jarak kita gak bisa chatan lagi, nanya pr lagi, berangkat bareng lagi, pulang bareng lagi. Tapi aku mohon yaa jangan pernah lupain kenangan yg udah kita buat, tapi itu sih hak kamu, aku bisa apa?


Rabu, 19 November 2014

Puisi Futari Nori No Jitensha

Haai. Gua disini mau buat puisi dari lagunya JKT48 yang Futari Nori No Jitensha. Yaaaps silahkan lihat :)

Tolong jangan hentikan.
Cintaku padamu selama-lamanya.
Tolong biarkan kami lewat seperti ini.

Pergi denganmu kemana-kemana.
Surga bila ada di dekatmu.
Ku ingin terus berlari karena aku mencintaimu.

Tanpa aku toleh ke belakang.
Ke belakang bagian sepeda yang kita naiki berdua.
Sesungguhnya aku menyimpan segala bisikan-bisikan hati.

Yaa, mungkin bagi dirimu aku hanya teman sekelasmu saja yang jalan pulangnya searah.
Aku bagaikan angin, ada namun tak dianggap.
Padahal kita selalu bercanda di sepeda ini.
Yang selalu berbicara tanpa ada rasa canggung.
Tapi, mengapa hari ini kita seperti orang yang dijauhkan?

Tolong jangan katakan.
"Mengapa jangan?" Jawaban itu.
Biarkan sampai suatu hari nanti menjadi kenangan kita berdua.

Cinta yang sampai kapanpun.
Satu arah di dalam dadaku.
Bersama mu saja aku sudah merasa cukup.

Dengan pikiran yang seenaknya.
Tanpa mendapat balasan.
Ku akan terus mengayuh sepeda ini karena yaa disitu ada jalan.

Mengapa aku menganggapmu lah yang paling berarti dalam benakku.
Kau yang tak akan pernah menyadari apapun.
Cinta yang juga tak akan pernah berbalas.

Kala itu langit senja mewarnai jalan kita dan pemandangannya pada hari-hari yang lalu. Bayangan kita yang naik sepeda pun menjadi satu.

Selesai, hehe sorry yaa kalo ada yg nggak nyambung. Bye.


Selasa, 04 November 2014

Auah.

Terserah dah mereka bilang kalian cocok. Terserah juga kalo kalian jadian. Gua udh bodo amat. Lagian juga gak ada yg peduli sama rasa gua kan?

Kadang gua juga mikir, apasih yg bisa dibanggain dari gua. Pinter? Kagak. Ganteng? Kgk. Baik? Mungkin. Jelek? Iya sangat .

Panteslah kalo lu jadian, bisa nyatuin kesempurnaan kalian sehingga sama sekali tertutup kejelekkan kalian. Lah gua? Boro-boro nutupin malah dibuka sama temen sendiri di kelas lain. Yaudahlah namanya juga hidup ada yg begini ada yg begitu. Selamat ya! Gapapa lah lu curhat ke gua tentang dia biar lu lega dan gua disini nerima bebannya. Thanks yaa!