A homepage subtitle here And an awesome description here!

Selasa, 27 Januari 2015

No caption needed.

Bodoh.
Mungkin aku memang bodoh.
Aku terus mengejarmu namun kau semakin jauh.
Rasa cinta ini menutupi segala rasa sakit ini.
Mungkin inilah cinta.

Aku tau kamu gak bakal pernah ada rasa sama aku. Tapi lagi-lagi, rasa cinta ini seperti menutupi hal itu.
Entah sudah berapa banyak yang bilang aku ini bodoh. Bodoh karena terus mengharapkanmu.

Aku gak peduli kata-kata orang itu. Walau terkadang hati ini seperti tertusuk pisau saat ada yang bilang aku ini bodoh. "Hahaha" yaa setidaknya itulah kata-kata yang bisa aku ucapkan saat teman-temanku bilang aku ini bodoh.

Mungkin mereka belum merasakan apa itu rasanya cinta yang dalam. Aku sadar apa yang telah aku lakukan ini semakin membuatku hancur. Namun rasa cinta itu lagi-lagi menutupinya.

Kita di kelas sering ngobrol tapii.... hanya sebagai teman, hahaha. Banyak yang bilang hidupku tak ada gunanya jika ku terus mengharapkanmu, dan lagi-lagi untuk kesekian kalinya rasa cinta itu menutupinya.

Saat ku melihatmu di sampingku aku hanya bisa berujar "aku gak bakalan ada di hati kamu". Entah berapa kali hati ini retak setiap melihatmu dengannya.

Kadang aku berpikir dan berbisik dalam hati "kapan aku bisa seperti dia yang selalu ada bersama mu?". Dan aku kembali tersadar bahwa aku tak akan bisa bersama mu.

Namun, setidaknya aku bisa dekat denganmu walau hanya sebatas teman saja.


Rabu, 14 Januari 2015

Cinta Dalam Diam

Aku tau aku emang bukan yang kamu harapkan tapi aku tau akulah orang yang mengharapkanmu walau takkan pernah kau anggap karena aku menyimpan perasaan ini tanpa aku ucapkan sedikitpun. Dalam doaku selalu ku sebutkan namamu walaupun aku tak pernah ada dalam bait doamu. Inikah sakitnya cinta dalam diam?

Dikala orang-orang telah bahagia dengan orang yg dicintainya namun aku? Aku terus mengharapkan mu entah sampai kapan perasaan ini akan berlanjut. Aku takut mengungkapkan ini, aku takut kalo kamu menjauh sama seperti wanita-wanita yg telah aku cintai sebelumnya.

Dalam hal ini aku tau akulah orang yg paling salah karena aku mencintaimu dalam diam aku hanya pengecut yang tak berani mengungkapkan cinta aku masih takut untuk patah hati kesekian kalinya. Melihat mu dekat dengan teman-teman ku membuat rasa sakit ini semakin menjadi-jadi. Kadang aku ingin menangis senangis-nangisnya sampai air mata ini telah habis tak ada setetespun yg tersisa.

Aku ingin curhat namun aku tak bisa aku masih takut curhat kepada temanku tentang perasaan ini. Setelah sekian lama aku memendam perasaan ini aku masih tak mendapatkan mu juga ingin aku lari ke hutan teriak sepuas-puasnyanya hingga suara ini tak terdengar oleh siapapun. Namun apalah daya ini aku hanya seorang anak manusia yang tak mungkin lari dari kenyataan ini.

Sosokmu yang membuatku bertahan sekuat ini. Yaa mungkin aku setiap ketemu orang senyum, namun dalam hatiku terpendam sejuta perasaan yang dapat membunuhku ini. Sebenarnya akulah yang paling membutuhkan hiburan dikala aku seperti ini.

Entah sampai kapan kah aku akan terus menyimpan perasaan ini. Perasaan yang sebenarnya dapat aku hapus. Namun jika ku hapus perasaan ini, ini akan semakin membunuhku, aku tersiksa oleh perasaan ini. Tak ada kah seseorang yang dapat mendengar teriakan dam keretakan hati ini?

Aku ingin ungkapkan namun aku takut, aku sangat takut. Jikalau saja kau mendengar teriakan hati ini takkan kau tega mendengarnya. Kisah cinta yang terulang pada saat aku masih smp ini membuatku bertahan.

Karena aku telah mengambil hikmahnya bahwa cinta tak harus memiliki, sehingga akan terus ku simpan perasaan ini. Ku harap engkau tak pernah tau akan perasaan ini, karena akan sangat menyakitkan bagi ku bila kau tau akan perasaan ku.


Minggu, 11 Januari 2015

Tak Berbalas

Hari-hari terasa begitu cepat yaa???
Aku yang biasanya memanjangkan lengan baju tetapi kali ini menyingsingkannya
Matahari mulai menyilaukan ruangan kelas ini
Ku rasa musim panas telah tiba

Sawah yang hijau di pinggir sekolah
Ingin ku melihatmu di kelas ini dan kita mengerjakan tugas bersama-sama

Senyummu...
Membuat hati ini seperti tertiup angin
Kau yang sedang mengerjakan tugas
Senyummu...
Kau pun menoleh ke arah ku namun aku hindari tatapan itu.
Kau senyum kepadaku, senyuman yang belum pernah ku lihat sebelumnya.

Matahari mulai menyinari ruang kelas ini
Saat yang tepat untuk aku terbuai dalam lamunan ini
Ku lihat kamu yang duduk beberapa meja di depan ku dengan anak cowok lain
Membuat rasa sakit timbul di dada.

Aku menyukaimu lebih dari seorang teman
Walau tak terucapkan tak apa
Hanya pada sosok mu lah aku melabuhkan perasaan ini

Kesedihan ini...
Yaa ku ingin miliki dirimu walaupun dalam mimpi
Kesedihan ini...
Cintaku yang tak terbalaskan membuatku terpukul
Kau pun kembali menoleh
Saat itu juga mata kita bertemu dan aku sadar hanya sebatas teman

Kerudung putih mu itu disatukan oleh peniti
Peniti itu tak akan bisa ku tangkap
Jika ku sentuh peniti itu maka akan hilanglah segala ilusi ini

Janganlah kau lepas peniti itu
Tetaplah seperti itu
Seperti diriku yang berusaha
Janganlah kau lepas
Tetaplah menjadi gadis yang menggunakan peniti itu.


Senin, 05 Januari 2015

Lari, Kejar, dan Tak Dapat

Berlari
Yaa aku akan terus berlari mengejar dirimu yang tak akan pernah menganggapku. Aku akan tetap terus mengejarmu sekuat yang aku bisa sekuat usaha yang ku keluarkan walau hasilnya belum tentu memuaskan.

Dalam hatiku seperti ada bisikan yang mengatakan aku tidak boleh menyerah mengejarmu walau aku tak kuat lagi. Entah malaikat atau iblis yang membisikan ku.

Dalam hidupku aku tidak pernah diajarkan bagaimana caranya untuk menyerah, aku diajarkan untuk tetap berjuang, berjuang, dan berjuang. Tak peduli akan hasilnya.

Kamu pernah gak, ngerasain rasanya lari diatas treadmill? Ya itulah yang kurasakan. Lari terus melangkahkan kaki walaupun larinya yaa disitu-situ aja. Yaa seperti diriku, yang akan mengejarmu tetapi diriku tetap disitu tak ada kemajuan dan tak ada pemunduran dari awal aku mengejarmu.

Tapi kamu tau kan hasil dari lari diatas treadmill? Yaa badan jadi kurus. Seenggaknya yaa gitu walaupun aku tak mendapatkanmu aku dapat mengambil HIKMAHnya hehehe.