Kau, apa kabar disana? Baik-baik saja kan? Hey, aku kangen kamu. Aku kangen berduaan sama kamu. Aku kangen cara kamu cemburu. Aku kangen pas kamu marah-marah gak jelas karena aku pulang sama dia, padahal disitu posisinya kita gakada ikatan. Kamu lagi apa sekarang? Bahagiakah kamu disana dengan kekasihmu yang sekarang?
Hey, tahukah kamu setiap malam aku selalu membayangkan kejadian-kejadian yang membuat kita dulu begitu dekat? Aku kangen sama kamu, aku kangen nyuapin kamu es durian dekat SMP-ku dulu. Aku kangen sama cara kamu khawatir ke aku. Aku kangen bercanda sama kamu. Aku kangen sama kamu yang takut hantu. Aku kangen kamu yang selalu nyuruh aku belajar dengan giat. Aku kangen jalan-jalan sama kamu.
Hey, tahukah kamu aku selalu membanding-bandingkan kamu dengan orang yang aku taksir beberapa tahun belakangan ini? Aku masih ingat cara kamu memperlakukan aku, kau begitu hangat, sehangat mentari pagi. Begitu nyaman tanpa rasa asing. Aku kangen ngomongin orang sama kamu. Aku kangen ngobrol hal-hal yang menurutku kurang penting, namun aku sangat antusias mendengar celotehmu yang sampai sekarang sangat aku rindukan. Aku masih ingat bagaimana caramu membuatku jatuh cinta.
Sampai sekarangpun aku masih mengingat jelas senyummu yang indah, aku beruntung sempat memilikimu walau itu termasuk waktu yang singkat. Aku juga masih ingat satu janjimu yang sampai sekarang masih aku tunggu. Janji yang dulu sempat membuatku terbang ke awan.
Masih ingatkah kau malam itu? Malam yang tak pernah aku duga sebelumnya, malam yang membuatku merasa hancur, malam yang membuatku takut untuk merasakan cinta lagi. Tanpa alasan yang jelas kau meminta pisah denganku, waktu itu aku tak bisa berkata apa-apa. Aku masih ingat beberapa waktu setelah kejadian itu, aku melihatmu dengannya. Namun ternyata aku tau, kau tak pernah sekalipun berniat pisah denganku. Kau hanya diancam oleh beberapa setan yang mengaku sebagai keluargamu.
Kau tahu? Kau selalu berada di suatu tempat di relung hatiku. Engkau, masih yang terindah.
Tuhan, jika memang rasa ini hanya untuknya
Jangan pernah ambil rasa ini
Hanya rasa ini yang selalu membuatku mengingat hal-hal yang indah dengannya
Tuhan, walaupun aku sudah tak berada disisinya, walau kami telah menapaki jalan yang berbeda
Ku harap takdir selalu menuntunnya


