A homepage subtitle here And an awesome description here!

Kamis, 20 Oktober 2016

Cinta Terakhir

Tuhan, aku sangat mencintainya. Ia yang selalu ada di sampingku di setiap hari-hari ku. Ia yang selalu membuat hariku berwarna. Ia yang tak pernah bosan membuatku tertawa. Ia yang selalu menjadi alasanku untuk kembali merasakan apa itu cinta.

Tuhan, salahkah aku bila terus memendam perasaan ini? Perasaan yang tak bisa ku jelaskan sejak aku mulai dekat dengannya. Aku tahu aku memang tak mudah mencintai seseorang, namun ketika aku berada di dekatnya entah kenapa jantung ini terasa lebih cepat memompa. Seakan-akan terjadi serangan jantung namun bukan, bukan seperti itu, seperti ah sudahlah aku tak bisa menjelaskannya.

Tuhan, salahkah aku yang mencintai seseorang yang telah memiliki kekasih? Aku begitu mencintainya hingga aku lupa dia telah memiliki kekasih. Aku mencintainya terlebih dahulu jauh sebelum dia bertemu dengan kekasihnya yang sekarang, salahkah aku? Aku menahan cemburu ketika ia menceritakan tentang kekasihnya itu. Seandainya yang ia ceritakan itu aku, mungkin aku akan lebih bahagia.

Tuhan, tak bisa kah engkau memindahkan rasa ini kepada seseorang yang telah mencintaiku setulus hati? Dia yang rela mencintaiku hingga lima tahun, yang aku tahu itu tak mudah. Aku tahu dia mencintaiku dari dulu, namun mengapa rasa ini tak bisa pindah kepada hati yang tulus? Dia yang selalu menemaniku di setiap waktu ketika penyakitku kambuh. Dia yang tak pernah lelah mengantarku bolak-balik ke rumah sakit di saat aku melemah. Tak seperti orang yang ku cintai, dia tak pernah peduli terhadapku. Tuhan, apakah memang cinta yang tulus tak pernah mendapat kebahagiaan?

Tuhan, jikalau memang rasa ini hanya untuknya, aku pasrah. Aku tak tahu harus apa. Menjauh darinya saja aku tak mampu. Mengapa rasa cinta ini begitu besar kepadanya? Seakan-akan hanya dia yang selalu membuatku bahagia namun kenyataannya, dia yang selalu membuat kondisi tubuhku melemah.

Tuhan, aku hanya ingin bersamanya di hari-hari terakhirku sebelum vonis dokter itu tiba. Ia tak perlu tahu apa penyakitku, asalkan dia ada di dekatku, aku merasa sehat.