A homepage subtitle here And an awesome description here!

Sabtu, 22 November 2014

Terjadi

Ini yang aku takutin dari dulu, kamu ngejauh dari aku, dari awal aku suka sama kamu rasa takut itu sudah ada.

Semenjak hari itu kamu udah beda, entah kenapa kamu jawab chatan aku cuma sedikit.

Yaa, aku yakin Allah gak pernah salah ngasih rasa cinta begitu hebatnya kepada kamu. Mungkin Allah saat ini sedang cemburu karena aku begitu mengagumi mu hingga terkadang aku terlena pada rasa cinta ini. Sehingga saat ini rasa yang telah aku jaga baik-baik ini tak terbalaskan.

Mungkin itu udah jalan Allah. Dan mungkin sebelum kejadian ini temen-temen kamu banyak yang bilang aku harus lupain kamu. Dan sekarang karena akunya ngeyel sekarang perintah itu telah datang.

Aku bisa apa kalo udah begini. Salahin rasa ini? Gak mungkin lah rasa cinta itu gak pernah salah, tapi kitanya yang salah.

Yaa, mungkin juga benar atas lagu yang selalu aku nyanyikan dimana liriknya yang mengatakan bahwa aku cuma kamu anggep sebagai teman sekelasmu saja yang jalan pulangnya searah. Yaa aku pasrah atas hal yg telah terjadi ini. Aku mau ngapa2in juga tetep aja kamu udah jaga jarak kita gak bisa chatan lagi, nanya pr lagi, berangkat bareng lagi, pulang bareng lagi. Tapi aku mohon yaa jangan pernah lupain kenangan yg udah kita buat, tapi itu sih hak kamu, aku bisa apa?


Rabu, 19 November 2014

Puisi Futari Nori No Jitensha

Haai. Gua disini mau buat puisi dari lagunya JKT48 yang Futari Nori No Jitensha. Yaaaps silahkan lihat :)

Tolong jangan hentikan.
Cintaku padamu selama-lamanya.
Tolong biarkan kami lewat seperti ini.

Pergi denganmu kemana-kemana.
Surga bila ada di dekatmu.
Ku ingin terus berlari karena aku mencintaimu.

Tanpa aku toleh ke belakang.
Ke belakang bagian sepeda yang kita naiki berdua.
Sesungguhnya aku menyimpan segala bisikan-bisikan hati.

Yaa, mungkin bagi dirimu aku hanya teman sekelasmu saja yang jalan pulangnya searah.
Aku bagaikan angin, ada namun tak dianggap.
Padahal kita selalu bercanda di sepeda ini.
Yang selalu berbicara tanpa ada rasa canggung.
Tapi, mengapa hari ini kita seperti orang yang dijauhkan?

Tolong jangan katakan.
"Mengapa jangan?" Jawaban itu.
Biarkan sampai suatu hari nanti menjadi kenangan kita berdua.

Cinta yang sampai kapanpun.
Satu arah di dalam dadaku.
Bersama mu saja aku sudah merasa cukup.

Dengan pikiran yang seenaknya.
Tanpa mendapat balasan.
Ku akan terus mengayuh sepeda ini karena yaa disitu ada jalan.

Mengapa aku menganggapmu lah yang paling berarti dalam benakku.
Kau yang tak akan pernah menyadari apapun.
Cinta yang juga tak akan pernah berbalas.

Kala itu langit senja mewarnai jalan kita dan pemandangannya pada hari-hari yang lalu. Bayangan kita yang naik sepeda pun menjadi satu.

Selesai, hehe sorry yaa kalo ada yg nggak nyambung. Bye.


Selasa, 04 November 2014

Auah.

Terserah dah mereka bilang kalian cocok. Terserah juga kalo kalian jadian. Gua udh bodo amat. Lagian juga gak ada yg peduli sama rasa gua kan?

Kadang gua juga mikir, apasih yg bisa dibanggain dari gua. Pinter? Kagak. Ganteng? Kgk. Baik? Mungkin. Jelek? Iya sangat .

Panteslah kalo lu jadian, bisa nyatuin kesempurnaan kalian sehingga sama sekali tertutup kejelekkan kalian. Lah gua? Boro-boro nutupin malah dibuka sama temen sendiri di kelas lain. Yaudahlah namanya juga hidup ada yg begini ada yg begitu. Selamat ya! Gapapa lah lu curhat ke gua tentang dia biar lu lega dan gua disini nerima bebannya. Thanks yaa!